Dosen HI USNI Hadiri Konvensi ke-10 Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional

Asosiasi Ilmu Hubungan Internasional (AIHII) menggelar Konvensi Nasional (Vennas) X yang berlangsung di Universitas Udayana. Bertempat di Udayana International Convention Center (UICC), berlangsung acara pembukaan, Seminar Nasional, dan Sidang Akademik, Rabu (23/10) sejak pukul 08.30 WITA.

Universitas Satya Negara Indonesia (USNI) Turut hadir dengan mengirimkan perwakilannya yaitu Pak Pradono Budi Saputro, Kepala Jurusan Ilmu Hubungan Internasional USNI.

Vennas X AIHII tahun ini mengambil tema “Eksistensi Budaya Dalam Arus Globalisasi: Pergulatan Identitas dan Kearifan Lokal”. Sesi seminar setelah pembukaan menghadirkan tiga orang nara sumber, yaitu: Prof. Dr. Mochtar Mas’oed (Universitas Gadjah Mada), Drs. Made Jiwa Atmaja (Penggiat Budaya Bali), dan Dino Patti Jalal (Founder Foreign Policy Community Indonesia, FPCI).

Dalam paparannya, para nara sumber menguraikan tentang ketahanan budaya dalam mempertahankan identitas bangsa menghadapi era globalisasi. Pendekatan akademik yang dipaparkan oleh Prof. Mochtar Mas’oed dilengkapi dengan pengalaman empiris dari Made Jiwa Atmaja dan Dino Patti Djalal.

Usai Seminar Nasional, digelar sesi presentasi paper pada kegiatan Sidang Akademik. Sebanyak 123 paper dipresentasikan pada 3 panel utama, yaitu: (1) Pariwisata dan Soft Power, (2) Agama, Identitas dan Hubungan Internasional, dan (3) Globalisasi, Interdependensi dan Konflik.

Selain itu, terdapat 8 panel Komunitas Akademik, yaitu (1) Masyarakat Transnasional dan Isu Non Tradisional, (2) Kajian Eropa, (3) Kajian Keamanan Internasional, (4) Studi Gender dalam HI, (5) Kajian Perbatasan, (6) Kajian Timur Tengah, (7) Kebijakan Luar Negeri dan Diplomasi Kontemporer, (8) Asosiasi Studi Islam dan HI, (9) dan Kajian Asia Timur dan Pasifik.

Vennas

(Foto Bersama Peserta Vennas X)

Sesi Penutup dari Vennas ke-10 ini, Universitas Undayana menyerahkan kegiatan Vennas ke-11 kepada Universitas Riau untuk menggelar Vennas berikutnya. Sebuah Kehormatan bagi USNI untuk dapat mengikuti Konvensi Nasional Hubungan Internasional ke-10 ini.