Pandemi COVID-19 dan Perlindungan WNI di Luar Negeri

Pandemi COVID-19 yang berlangsung hingga saat ini mengakibatkan banyak perubahan dalam kehidupan kita sehari-hari. Perkuliahan yang biasa dilakukan secara konvensional, kini mulai dilaksanakan secara daring (online). Demikian pula kegiatan akademik lain seperti forum diskusi atau seminar. Keterbatasan ruang gerak di masa sulit ini tidak menjadi alasan untuk membatalkan kegiatan-kegiatan ilmiah tersebut sebab dapat dilaksanakan secara daring.


Terkait ini, Program Studi Ilmu Hubungan Internasional Universitas Satya Negara Indonesia (Prodi HI USNI) mengadakan kegiatan webinar (web seminar) pada Rabu (10/6). Webinar ini bertajuk "Pandemi COVID-19 dan Perlindungan WNI di Luar Negeri". Webinar ini diselenggarakan atas kerja sama Prodi HI USNI dan Pusat Studi Kemanusiaan dan Pembangunan (PSKP).

Sebelumnya, Prodi HI USNI dan PSKP telah menggelar webinar bertema "Polemik Pekerja Migran Indonesia di Tengah Pandemi COVID-19" pada Jumat (15/5). Webinar "Pandemi COVID-19 dan Perlindungan WNI di Luar Negeri" menjadi kelanjutan kerja sama Prodi HI USNI dan PSKP yang dirintis sejak webinar di bulan Mei itu.

Pada webinar ini, sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan praktisi terkait dihadirkan untuk menjelaskan kondisi warga negara Indonesia (WNI) dan badan hukum Indonesia (BHI) yang berada di luar negeri di tengah pandemi COVID-19 berdasarkan sudut pandang Hubungan Internasional dan Hukum Internasional. Para narasumber tersebut yaitu Partogi J. Samosir, M.A., Ph.D. (Minister Counsellor Kedutaan Besar Republik Indonesia Harare, Zimbabwe), Dr. Fitra Deni, S.H., M.Si. (Pakar Hukum Internasional USNI), dan Ambar Retnosih Widyantini, S.IP., M.A. (Manajer Program Politik PSKP).

Webinar yang dipandu oleh Pradono Budi Saputro, M.Si. (Ketua Program Studi HI USNI) ini menunjukkan bagaimana masyarakat global sedang menghadapi krisis yang sama, yakni COVID-19 yang menjangkiti hampir semua negara di dunia. Hal ini tentu berimbas pada keamanan dan keselamatan WNI di luar negeri. Sesuai amanat UUD 1945, Perwakilan Republik Indonesia bertugas sebagai garda terdepan dalam perlindungan terhadap WNI di luar negeri, tak terkecuali di masa pandemi COVID-19.

Hal ini dijelaskan oleh Partogi yang menguraikan berbagai tantangan yang dihadapi para WNI di luar negeri selama pandemi COVID-19. Banyak di antara mereka yang mengalami pemutusan hubungan kerja akibat kontrak kerjanya habis dan tidak diperpanjang. Selain itu, WNI yang sedang menempuh pendidikan atau telah menyelesaikan studinya, harus menunggu situasi aman untuk bisa menempuh pendidikan secara normal ataupun kembali ke Indonesia.

Partogi juga menyatakan bahwa Perwakilan Republik Indonesia, seperti Kedutaan Besar dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di berbagai negara, memberikan bantuan berupa sembako dan alat kesehatan. Bantuan ini diberikan kepada WNI yang rentan terdampak COVID-19.

"Per 10/5, sejumlah 375.162 bantuan diberikan kepada WNI di luar negeri. Bantuan paling banyak diberikan kepada WNI yang berada di Malaysia, khususnya pekerja migran. Di samping itu, sebagai sarana penguat kelembagaan, inovasi teknologi juga terus dilakukan. Sejak Januari 2019, Portal Peduli WNI diterapkan serentak di seluruh perwakilan Indonesia. Portal Peduli WNI adalah platform tunggal dan terintegrasi untuk melayani dan melindungi WNI di luar negeri," ungkapnya.

Narasumber lain, Ambar, berpendapat bahwa perlindungan terhadap WNI di luar negeri harus dilakukan secara optimal dalam situasi darurat. Perlindungan ini berlandaskan pada Peraturan Menteri Luar Negeri Nomor 5 Tahun 2018 tentang Perlindungan WNI di Luar Negeri. Ruang lingkup pelindungan meliputi pencegahan, deteksi dini, dan respons cepat.

Ia menuturkan persoalan pekerja migran masih menjadi persoalan utama yang mewarnai pelayanan dan pelindungan kepentingan WNI. Tantangan ini semakin meningkat pada masa pandemi COVID-19. Akar persoalannya terjadi sejak awal rekrutmen di mana para pekerja migran kerap mengambil jalur yang tidak sesuai dengan prosedur resmi. Akibatnya, mereka hanya dapat bekerja di sektor informal. Hal ini jelas beresiko karena rentan terkena pemutusan hubungan kerja di masa pandemi. Dengan demikian, mereka tidak memiliki pilihan lain kecuali kembali ke tanah air.

"Di masa pandemi, akan sangat efektif jika setiap Perwakilan Republik Indonesia membuat Satgas COVID-19. Satgas ini bertugas memberikan pelayanan optimal bagi WNI agar tetap aman dan sehat. Persoalan yang muncul kemudian adalah memberikan penanganan kepada WNI yang kontrak kerjanya telah habis dan harus kembali ke Indonesia. Hal ini bertujuan untuk menghindari overstay dan sanksi hukum. Persoalan tersebut harus diselesaikan dengan kebijakan khusus untuk mengawal kepulangan pekerja migran sampai ke daerah asal dengan tetap mengutamakan protokol kesehatan," pungkasnya.

Sementara, Fitra Deni menjelaskan bahwa negara sudah seharusnya memandang rakyat sebagai kekuatan bangsa. Rakyat disini diartikan semua warga negara baik di dalam maupun di luar negeri. Hal ini selaras dengan asas hukum internasional. Selama ini, asas perlindungan WNI menekankan pada bantuan hukum di bidang perdata dan pidana, penanganan permohonan perlindungan WNI dan BHI di luar negeri, konsultasi perlindungan WNI dan BHI di luar negeri, pendampingan WNI bermasalah, penyampaian informasi perkembangan WNI dan BHI, perbantuan pemulangan WNI bermasalah, dan perbantuan pemulangan jenazah WNI ke daerah asal.

Ia menambahkan bahwa upaya perlindungan terhadap WNI di luar negeri menghadapi berbagai kendala, seperti tidak adanya hubungan diplomatik. Perbedaan hukum negara dan kedaulatan juga menjadi tantangan tersendiri. Dalam kasus demikian, Indonesia menggunakan asas kepentingan umum.

"Pada kasus tertentu, masyarakat justru memperoleh informasi lebih dahulu dari media sosial dibanding pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri. Kementerian Luar Negeri perlu meningkatan pendekatan personal dan berkelanjutan dengan WNI secara intensif untuk membangun kesadaran bersama antara KBRI dan WNI di luar negeri dalam mengatasi permasalahan ini," tegasnya.

Jurnal Terbaru

Gallery Photo